cara pengerjaan fifo , lifo , average
hallo , apa kabar semuanya?
kembali lagi di akun blog saya, yang sudah lama tidak membuat konten baru dan sekarang saya kembali lagi akan membuat konten terbaru tentang cara pengerjaan dari fifo,lifo, dan juga average. pasti kalian kenal kan dengan 3 jenis itu. Nahh langsung aja ya ke penjelasan yang pertamanya tentang fifo.
- Metode FIFO (First In First Out)
Metode First In First Out adalah barang pertama kali masuk ke gudang adalah yang keluar pertama kali. Metode FIFO ini didasarkan pada asumsi bahwa aliran biaya masuk persediaan harus dipertemukan dengan hasil penjualannya. Akibatnya, biaya item per unit persediaan yang masuk terakhir dipakai sebagai dasar penetuan biaya item yang masuk dalam persediaan di akhir periode (persediaan akhir). Metode FIFO adalah metode yang paling banyak digunakan dalam penilaian persediaan. Ada beberapa kelebihan dan kekurangannya juga dalam metode fifo ini. seperti contoh dari gambar dibawah ini :
gambar diatas adalah contoh dari cara pengerjaan dan menghitung dari metode fifo.
Metode ini cenderung menghasilkan persediaan yang nilainya tinggi dan berdampak pada nilai aktiva perusahaan. Metode FIFO seringkali tidak nampak secara langsung pada aliran fisik dari barang tersebut karena pengambilan barang dari gudang lebih didasarkan pada pengaturan barangnya. Dengan demikian metode FIFO lebih nampak pada perhitungan harga pokok barang. Dalam metode FIFO, biaya yang digunakan untuk membeli barang pertama kali akan dikenali sebagai Cost of Goods Sold (COGS). Untuk perhitungan harga maka digunakan harga dari stok barang dari transaksi yang terdahulu.dan sudah banyak perusahaan yang menggunakan metode fifo ini.
- Metode LIFO (Last In First Out)
Metode LIFO merupakan pencatatan barang persediaan yang mengasumsikan unit persediaan yang terakhir dibeli dikeluarkan terlebih dahulu, dan unit persediaan yang pertama dibeli akan dikeluarkan dikemudian hari. Dalam metode LIFO persediaan yang pertama kali dicatat saat penjualan adalah persediaan yang terakhir masuk.,dalam metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam pencatatan barang persediaan. dan berikut contoh pengerjaan nya :
Saat metode penilaian persediaan LIFO digunakan, sisa biaya persediaan pada akhir periode berasal dari biaya perolehan paling awal.
- METODE AVERAGE (RATA-RATA)
Dalam penerapan metode Average berarti perusahaan akan menggunakan persediaan barang yang ada di gudang untuk dijual tanpa memperhatikan barang mana yang masuk lebih awal atau akhir. Jadi persediaan akhir barang dagangan akan dinilai dengan nilai perolehan persediaan rata-rata yang masuk. Berikut adalah contoh perhitungan metode Average dari data di atas:
gambar diatas cara penyelesaian terakhir yaitu dalam metode average .
Nahh dari konten yang saya telah dibuat itu semoga bisa buat kalian belajar dan lebih paham lagi dalam mengerjakannya, terimakasih dan sampai ketemu lagi di konten selanjutnya.
